Selasa, 12 Juli 2016

ILMU BUDAYA DASAR 8

Pelecehan Seksual, Salah Siapa?
Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Indonesia


Maraknya kasus pelecehan seksual di Indonesia saat ini telah menimbulkan bermacam kontroversi, diantaranya hukuman kebiri dan hukuman mati bagi pelakunya. Pelecehan seksual terjadi karena banyaknya sebab, diantaranya ancaman hukum ringan dan penegakan hukum yang relatif lemah, pornografi, cara berpakaian yang terbuka, dan masih banyak lagi.

Kasus-kasus yang sedang marak di Indonesia bahkan lebih kejam dari pembunuhan biasa. Bukan hanya dicabuli dan dibunuh, tapi juga pelecehan dan pembunuhan yang dilakukan dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Cangkul yang dimasukkan ke dalam kemaluan, anak kecil yang diperkosa belasan orang, dan ayah yang tega memerkosa anak kandungnya sendiri. Begitu kejam kejahatan yang mereka lakukan, sungguh tidak manusiawi. Jangankan untuk melakukan, saya yang mendengar dan membaca berita akan kejadiankejadian tersebut merasa miris dan sebagai seorang perempuan hati saya merasa sangat terpukul.

Menurut saya, yang bersalah atas kasus-kasus pelecehan yang terjadi, bukan hanya satu dua orang. Melainkan, banyak pihak terlibat secara tidak langsung. Contohnya, wanita yang berpakaian minim, berbagai tayangan yang mempertontonkan kekerasan, pemakaian teknologi yang salah, dll. Namun, yang sesungguhnya salah tentu saja sang pelaku yang tidak bisa menahan hawa nafsu dan terbiasa melakukan hal-hal yang berlawanan dengan norma. Contohnya, pelaku pemerkosaan yang memperkosa seorang anak dalam keadaan mabuk. Dengan mabuk-mabukan dan minum minuman keras saja sudah menyalahi norma, dan lagi dengan menonton pornografi dll, karena sesuatu yang menyalahi norma juga akan berdampak buruk bagi tidak hanya orang yang melakukan tapi juga orang yang akan menjadi korban nantinya.

Baru-baru ini, juga terdapat kasus seseorang pemerkosa yang mencoba meloloskan diri dengan menyamar sebagai wanita dibantu oleh sang istri yang membawakan selendang dan pakaian wanita. Sang istri sudah tahu suami bersalah tapi malah membantu suaminya untuk melarikan diri. Padahal kejahatan yang dilakukan suaminya tidak main-main, dia memperkosa keponakannya dan membunuh serta membuang mayatnya ke hutan. Kasus ini bukan hanya salah sang pelaku pemerkosaan tapi juga istrinya yang telah membantunya meloloskan diri dan lari dari hukumannya.

Saya berharap dengan banyak kasus yang terbuka ke khalayak umum, pemerintah akan melakukan tindakan keras terhadap pelaku kasus-kasus pelecehan seksual. Dan lagi, semoga dengan semakin banyaknya masyarakat yang peduli, akan semakin banyak pengajaran dan pendidikan akan seks di usia dini dengan baik. Dan menurut saya selain menerima hukuman penjara dll, para pelaku dan orang-orang yang berpotensi untuk melakukan pelecehan seksual direhabilitasi juga, sehingga kejahatan seksual akan berkurang kedepannya.

Tidak ada komentar: